Resep Kue Bolu Marmer

Resep Kue Bolu Marmer
 Resep dan Cara Membuat Kue Bolu
Bahan :
-150 gram tepung terigu
- 150 gram mentega
- 100 gram gula pasir
- 5 butir kuning telur
- 3 butir telur (putih dan kuningnya)
- 1 sendok teh ovalet
- 1 sendok teh baking powder
- 1/2 sendok makan coklat bubuk
- 1/2 sendok teh garam halus
- 1/2 sendok teh pasta coklat
Cara Membuat :
  • Campur tepung terigu dan baking powder, kemudian aduk hingga rata, sisihkan.
  • Kocok mentega, gula pasir dan garam hingga lembut dan ringan.
  • Di tempat terpisah, kocok telur hingga mengembang, kemudian tambahkan ovalet, lalu kocok hingga adonan mengembang kaku.
  • Tuang kocoklan telur ke dalam kocokan margarin, kemudian aduk hingga rata. Setelah itu tambahkan campuran tepung terigu dan aduk dengan mixer kecepatan sedang, hingga adonan tercampur dengan rata.
  • Ambil dua sendok sayur adonan, kemudian masukkan coklat pasta dan coklat bubuk, aduk hingga rata.
  • Siapkan loyang yang telah diolesi dengan mentega, lalu tuang adonan cake hingga separuh dari tinggi loyang, ratakan. Kemudian tuang adonan coklat pada bagian tengah adonan, lalu tutup adonan tersebut dengan adonan putih hingga loyang hampir penuh.
  • Ambil garpu, aduk secara memutar pada adonan tersebut, agar adonan coklat teraduk dan membentuk motif marmer. Lalu panggang adonan ke dalam oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 40 menit atau hingga matang, angkat dan dinginkan.
  • Potong-potong sesuai selera.
  • Kue bolu marmer siap untuk dihidangkan
    .
    Jumat, 07 Februari 2014
    Posted by : Bramantya dwi panca

Sejarah Pekalongan

Sejarah Kota Pekalongan

Banyak sumber mengatakan bahwa Pekalongan mulai dikenal setelah Bahurekso bersama anak buahnya berhasil membuka Hutan Gambiran/Gambaran, atau dikenal pula Muara Gambaran. Hal ini terjadi setelah Bahurekso gagal didalam penyerangan ke Batavia, bersama anak buahnya kembali ke Pantai Utara Jawa Tengah, namun secara sembunyi-sembunyi, sebab kalau diketahui oleh Pemerintah Sultan Agung pasti ditangkap dan dihukum mati. Sehingga terus melakukan yang disebut TAPA-NGALONG. Dari sinilah muncul prediksi-prediksi berkaitan dengan istilah PEKALONGAN.
Menurut penuturan R. Basuki (Putra Almarhum R. Soenarjo keturunan Bupati Mandurorejo) ; nama Pekalongan berasal dari istilah setempat HALONG - ALONG yang artinya hasil. Jadi Pekalongan disebut juga dengan nama PENGANGSALAN yang artinya pembawa keberuntungan. Sehingga prediksi Topo Ngalong itu hanya gambaran/sanepo yang mempunyai maksud siang hari sembunyi, malam hari keluar untuk mencari nafkah.

Beberapa benda peninggalan sejarah yang berada di daerah Kabupaten Pekalongan berupa Yoni dan Lingga dan bukti peninggalan yang lain seperti:
1. Lingga/ Yoni yang berada di Desa Telagapakis Kecamatan Petungkriyono.
2. Yoni yang berada di Dukuh Gondang Desa Telogohendro wilayah Kecamatan Petungkriyono.
3. Lingga yang berada di Dukuh Mudal Desa Yosorejo wilayah Kecamatan Petungkriyono
4. Lingga/ Yoni yang berada di Dukuh Parakandawa Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang.
5. Yoni yang berada di Dukuh Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni
6. Yoni yang berada di Dukuh Kaum Ds. Rogoselo Kecamatan Doro.
7. Yoni yang berada di Desa Batursari Kecamatan Talun.
8. Archa Ghanesha yang berada di Desa Kepatihan Kecamatan Wiradesa.
9. Archa Ganesha yang berada di Desa Telogopakis Kecamatan Petungkriyono
10. Batu lumpang yang berada di Desa Depok Kecamatan Lebakbarang.
11. Batu Lumpang yang berada di Dukuh Kambangan di Desa Telogopakis Kecamatan Petungkriyono dan sebagainya.

 Masa-masa awal perkembangan Pekalongan tidak banyak disebut dan sumber-sumber asing baik Portugis maupun Belanda , seperti dalam Reis Journalen, Suma Oriental (Tome Pires, 1994), Scheep togt van Tristanto d'acunha (Pieter Van Der Aa, 1706) The Voyager of Jonh Huygen van Linschouten to the east Indies ( A.C Burnell dan P.A Tiele, 1884). Nama Pekalongan dan data historisnya dapat ditelusuri  dalam Babad Tanah Jawa, Babad Mataram, Serat Khandaning Ringgit Purwo, Serat Pustaka Raja  Purwo, Babad Sultan Agung , Dagh Register (1623 - 1799) , Opkomst Van Het Nederlandsch gezag in Oost Indie ( J.K.J de Jonge  & M.L  Van Deventer , eds; 1862 - 1909, 13 jilid ), laporan VOC lainnya, laporan Pemerintah Hindia Belanda, Buku-buku dan Publikasi lainnya seperti regering Almanak van Nederlandsch Indie (1820-1850) dan Oud end Nieuw Oost Indie (F. Valentijn) dan Sumber lainnya.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1948. Kabupaten Pekalongan adalah merupakan Daerah Otonom atau dengan istilah Swatantra.Hal ini ditandai pula dengan diundangkannya Undang - Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pemerintah Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah pada : Hari Selasa Pon tanggal : 8 Agustus 1950 yang ditetapkan di Yogjakarta, oleh Pemangku Jabatan Sementara Presiden  Republik Indonesia  Menteri Dalam Negeri  SOESANTO TIRTOPRODJO dan  Menteri Kehakiman A.G.PRINGGO DIGDO.
Berdasarkan Undang - Undang tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan dibentuk bersama 28 daerah lain antara lain : Semarang, Kendal, Demak, Grobogan, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Pati, Kudus, Djepara, Rembang, Blora, Banjumas, Tjilatjap, Purbalingga, Banjarnegara, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Boyolali, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar dan Wonogiri.
Keberadaan Kabupaten Pekalongan secara administratif berdiri sejak 3812 tahun yang lalu. Menurut Tiem Peneliti Sejarah Kabupaten Pekalongan muncul lima prakiraan tentang kapan Kabupaten Pekalongan itu lahir,yaitu: masa prasejarah, masa Kerajaan Demak, masa Kerajaan Islam Mataram, masa Penjajahan Hindia Belanda dan masa Pemerintahan Republik Indonesia.
Hari Jadi Kabupaten Pekalongan telah ditetapkan pada Hari Kamis Legi Tanggal 25 Agustus 1622 atau pada 12 Robiu'l Awal 1042 H pada masa pemerintahan Kyai Mandoeraredja, beliau merupakan Bupati yang ditunjuk dan diangkat oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo/ Raja Mataram Islam dan sekaligus sebagai Bupati Pekalongan I. Pembangunan Kabupaten Pekalongan sudah dilakukan sejak zaman Pemerintahan Adipati Notodirdjo (1879 -1920 M) di komplek Alun-alun utara no 1 Kota Pekalongan, bangunan tersebut merupakan rumah  bagi para Bupati Pekalongan sekaligus sebagai tempat aktivitas perangkat pemerintahan.

Proses pemindahan Ibukota Kabupaten Pekalongan diawali dengan peresmian sekaligus penggunaan Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan di Kajen oleh Bupati Drs. H Amat Antono pada tanggal 25 Agustus 2001, kepindahan itu merupakan salah satu tonggak sejarah sebagai momen diawalinya Kajen sebagai Ibukota Kabupaten Pekalongan.
Banyak sumber mengatakan bahwa Pekalongan mulai dikenal setelah Bahurekso bersama anak buahnya berhasil membuka Hutan Gambiran/Gambaran, atau dikenal pula Muara Gambaran. Hal ini terjadi setelah Bahurekso gagal didalam penyerangan ke Batavia, bersama anak buahnya kembali ke Pantai Utara Jawa Tengah, namun secara sembunyi-sembunyi, sebab kalau diketahui oleh Pemerintah Sultan Agung pasti ditangkap dan dihukum mati. Sehingga terus melakukan yang disebut TAPA-NGALONG. Dari sinilah muncul prediksi-prediksi berkaitan dengan istilah PEKALONGAN.
Menurut penuturan R. Basuki (Putra Almarhum R. Soenarjo keturunan Bupati Mandurorejo) ; nama Pekalongan berasal dari istilah setempat HALONG - ALONG yang artinya hasil. Jadi Pekalongan disebut juga dengan nama PENGANGSALAN yang artinya pembawa keberuntungan. Sehingga prediksi Topo Ngalong itu hanya gambaran/sanepo yang mempunyai maksud siang hari sembunyi, malam hari keluar untuk mencari nafkah.

Beberapa benda peninggalan sejarah yang berada di daerah Kabupaten Pekalongan berupa Yoni dan Lingga dan bukti peninggalan yang lain seperti:
1. Lingga/ Yoni yang berada di Desa Telagapakis Kecamatan Petungkriyono.
2. Yoni yang berada di Dukuh Gondang Desa Telogohendro wilayah Kecamatan Petungkriyono.
3. Lingga yang berada di Dukuh Mudal Desa Yosorejo wilayah Kecamatan Petungkriyono
4. Lingga/ Yoni yang berada di Dukuh Parakandawa Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang.
5. Yoni yang berada di Dukuh Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni
6. Yoni yang berada di Dukuh Kaum Ds. Rogoselo Kecamatan Doro.
7. Yoni yang berada di Desa Batursari Kecamatan Talun.
8. Archa Ghanesha yang berada di Desa Kepatihan Kecamatan Wiradesa.
9. Archa Ganesha yang berada di Desa Telogopakis Kecamatan Petungkriyono
10. Batu lumpang yang berada di Desa Depok Kecamatan Lebakbarang.
11. Batu Lumpang yang berada di Dukuh Kambangan di Desa Telogopakis Kecamatan Petungkriyono dan sebagainya.

 Masa-masa awal perkembangan Pekalongan tidak banyak disebut dan sumber-sumber asing baik Portugis maupun Belanda , seperti dalam Reis Journalen, Suma Oriental (Tome Pires, 1994), Scheep togt van Tristanto d'acunha (Pieter Van Der Aa, 1706) The Voyager of Jonh Huygen van Linschouten to the east Indies ( A.C Burnell dan P.A Tiele, 1884). Nama Pekalongan dan data historisnya dapat ditelusuri  dalam Babad Tanah Jawa, Babad Mataram, Serat Khandaning Ringgit Purwo, Serat Pustaka Raja  Purwo, Babad Sultan Agung , Dagh Register (1623 - 1799) , Opkomst Van Het Nederlandsch gezag in Oost Indie ( J.K.J de Jonge  & M.L  Van Deventer , eds; 1862 - 1909, 13 jilid ), laporan VOC lainnya, laporan Pemerintah Hindia Belanda, Buku-buku dan Publikasi lainnya seperti regering Almanak van Nederlandsch Indie (1820-1850) dan Oud end Nieuw Oost Indie (F. Valentijn) dan Sumber lainnya.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1948. Kabupaten Pekalongan adalah merupakan Daerah Otonom atau dengan istilah Swatantra.Hal ini ditandai pula dengan diundangkannya Undang - Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pemerintah Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah pada : Hari Selasa Pon tanggal : 8 Agustus 1950 yang ditetapkan di Yogjakarta, oleh Pemangku Jabatan Sementara Presiden  Republik Indonesia  Menteri Dalam Negeri  SOESANTO TIRTOPRODJO dan  Menteri Kehakiman A.G.PRINGGO DIGDO.
Berdasarkan Undang - Undang tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan dibentuk bersama 28 daerah lain antara lain : Semarang, Kendal, Demak, Grobogan, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Pati, Kudus, Djepara, Rembang, Blora, Banjumas, Tjilatjap, Purbalingga, Banjarnegara, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Boyolali, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar dan Wonogiri.
Keberadaan Kabupaten Pekalongan secara administratif berdiri sejak 3812 tahun yang lalu. Menurut Tiem Peneliti Sejarah Kabupaten Pekalongan muncul lima prakiraan tentang kapan Kabupaten Pekalongan itu lahir,yaitu: masa prasejarah, masa Kerajaan Demak, masa Kerajaan Islam Mataram, masa Penjajahan Hindia Belanda dan masa Pemerintahan Republik Indonesia.
Hari Jadi Kabupaten Pekalongan telah ditetapkan pada Hari Kamis Legi Tanggal 25 Agustus 1622 atau pada 12 Robiu'l Awal 1042 H pada masa pemerintahan Kyai Mandoeraredja, beliau merupakan Bupati yang ditunjuk dan diangkat oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo/ Raja Mataram Islam dan sekaligus sebagai Bupati Pekalongan I. Pembangunan Kabupaten Pekalongan sudah dilakukan sejak zaman Pemerintahan Adipati Notodirdjo (1879 -1920 M) di komplek Alun-alun utara no 1 Kota Pekalongan, bangunan tersebut merupakan rumah  bagi para Bupati Pekalongan sekaligus sebagai tempat aktivitas perangkat pemerintahan.

Proses pemindahan Ibukota Kabupaten Pekalongan diawali dengan peresmian sekaligus penggunaan Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan di Kajen oleh Bupati Drs. H Amat Antono pada tanggal 25 Agustus 2001, kepindahan itu merupakan salah satu tonggak sejarah sebagai momen diawalinya Kajen sebagai Ibukota Kabupaten Pekalongan.

Sejarah Kabupaten Batang

Sejarah Kabupaten Batang

Kabupaten Batang dapat dibagi dalam 3
periodisasi sejarah. Berdiri sebagai Kabupaten sejak awal abad 17 dan bertahan sampai dengan 31 Desember 1935. Per 1 Januari 1936, Batang secara resmi digabungkan kedalam Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.

Tahun 1946, mulai ada gagasan untuk menuntut kembalinya status Kabupaten Batang.
Tahun 1952, terbentuk sebuah Panitia yang menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Batang. Panitia ini dinamakan Panitia Pengembalian Kabupaten Batang, yang bertugas menjalankan amanat masyarakat Batang.
Tahun 1953, Panitia menyampaikan Surat Permohonan terbentuknya kembali status Kabupaten Batang lengkap satu berkas, yang langsung diterima oleh Presiden Soekarno pada saat mengadakan peninjauan daerah dan menuju ke Semarang dengan jawaban akan diperhatikan.
Tahun 1955, Panitia mengutus delegasi ke pemerintah pusat, yang terdiri atas RM Mandojo Dewono, R.Abutalkah, dan Sutarto (dari DPRDS).

Tahun 1957, dikirim dua delegasi lagi.
Delegasi I tapi gagal 
Tahun 1962, tapi gagal juga untuk pembtukan kabupten batang
Tahun 1964, dikirim empat delegasi.
Tahun 1965, diutus delegasi terakhir yaitu 10.


Delegasi terakhir atau kesepuluh itu, memperoleh kesempatan untuk menyaksikan sidang paripurna DPR GR dalam acara persetujuan dewan atas Rancangan Undang undang tentang Pembentukan Pemerintah Kabupaten Batang menjadi Undang-undang. Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II
Batang terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1965, yang dimuat
dalam Lembaran Negara Nomor 52,
tanggal 14 Juni 1965 dan Instruksi
Menteri Dalam Negeri RI Nomor 20
Tahun 1965, tanggal 14 Juli 1965. Tanggal 8 April 1966, bertepatan hari Jumat Kliwon, yaitu hari yang dianggap penuh berkah bagi masyarakat tradisional Batang dan biasa tindai acara kliwonan setiap malam jum'atnya. Di alun-alun batang, dengan mengambil tempat di bekas Kanjengan Batang lama (rumah dinas yang sekaligus kantor para Bupati Batang lama) dilaksanakan peresmian pembentukan Daerah Tingkat II Batang.


Upacara yang berlangsung khidmat dari jam 08.00 s/d 11.00 itu, ditandai antara lain dengan Pernyataan Pembentukan Kabupaten Batang oleh Gubernur Kepala Daerah Propinsi Jawa Tengah Brigjend (Tit) KKO-AL Mochtar, pelantikan R. Sadi Poerwopranoto sebagai Pejabat Bupati Kepala Daerah Batang, serah terima wewenang wilayah dari Bupati KDH Pekalongan kepada Pejabat Bupati KDH Batang, serta sambutan dari Gubernur Kepala Daerah Jawa Tengah.
Sumber : wikimedia

Asal Usulnya Kota batang
Menurut Legenda dan dari cerita nenek moyang batang berasal dari kata Ngembat dan Watang yang aertinya mengangkat Batang kayu.

Kata kakekku dulu pada waktu jaman kerajaan Mataram , kerajaan ini. mempersiapkan daerah-daerah pertanian untuk mencukupi persediaan beras dan pangan untuk prajurit Mataram yang akan mengadakan penyerangan ke Batavia ( jakarta ), Tumenggung Bahurekso mendapat
tugas untuk membuka alas roban yang angker. untuk dijadikan daerah persawahan, alas roban yang merupakan hutan yang masih perawan, lebat dan menyeramkan di huni oleh Jin dan Siluman- siluman.
Dan Tumenggung Bahurekso sempat mendapat gangguan oleh para penghuni alas roban tersebut, Para pekerja yang menebang hutan alas Roban banyak yang sakit dan meninggal karena gangguan jin dan setan penunggu alas roban. namun dengan kesaktiannya gangguan itu dapat teratasi.

Setelah Alas Roban di buka tugas selanjutnya dari Bahurekso adalah mengusahakan pengairan atas lahan yang telah dibuka itu, kemudian beliau membuat bendungan yang sekarang dinamakan bendungan kedongdowo kramat, ketika bendungan itu telah selesai dibuat, bendungan selalu jebol dan dirusak oleh anak buah siluman Uling, hal ini memaksa Tumenggung Bahurekso untuk menyerang para Siluman Uling yang bermarkas di sebuah Kedung sungai, dan dengan kesaktiannya para siluman ini dapat dikalahkan secara mudah.
Tetapi walopun para siluman uling ini telah dikalahkan air yang keluar dari bendungan tidak selalu lancar, kadang besar dan kadang- kadang kecil bahkan tidak mengalir sama sekali. Setelah di teliti ternyata ada Batang Kayu (Watang) besar yang melintang dan menghalangi aliran air. Berpuluh orang disuruh mengangkat dan memindahkan Watang (Batang Kayu) tersebut namun tidak berhasil.

Akhirnya tumenggung Bahurekso sendiri yang turun tangan, dan dengan sekali embat patahlah Watang (batang kayu) tersebut. Dan dari peristiwa ngembat watang itulah kemudian terukir nama Batang, yang berasal dari kata ngemBAT waTANG, orang Batang sendiri sesuai dengan dialeknya menyebutnya MBATANG. Gitu ceritana dari kakek yang saya tangkap
Sumber : dari kakek , nenek ,blog lain, cerita dan buku

Sejarah Kota Semarang

Sejarah Kota Semarang



Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-8 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1405 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).
Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan, untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat). Di bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H disahkan oleh Sultan Hadiwijayasetelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga. Tanggal 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.

Kemudian pada tahun 1678 Amangkurat II dari Mataram, berjanji kepada VOC untuk memberikan Semarang sebagai pembayaran hutangnya, dia mengklaim daerah Priangan dan pajak dari pelabuhan pesisir sampai hutangnya lunas. Pada tahun 1705 Susuhunan Pakubuwono I menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai bagian dari perjanjiannya karena telah dibantu untuk merebut Kartasura. Sejak saat itu Semarang resmi menjadi kota milik VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda.
Kantor KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij) di Semarang (1918-1930)

Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Walikota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang.

Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang di kepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Tidak lama sesudah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan balatentara Jepang yang bersikeras tidak bersedia menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran lima hari di Semarang.

Tahun 1946 lnggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda.Ini terjadi pada tangga l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menangkap Mr. Imam Sudjahri, walikota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Narnun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian diluar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti dimasa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementrian Dalam Negeri di Yogyakarta. Ia menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan.

Daftar walikota Sejak 1945


Sejak tahun 1945 para walikota yang memimpin kota besar Semarang yang kemudian menjadi Kota Praja dan akhirnya menjadi Kota Semarang adalah sebagai berikut:

* Mr. Moch.lchsan
* Mr. Koesoebiyono (1949 - 1 Juli 1951)
* RM. Hadisoebeno Sosrowerdoyo (1 Juli 1951 - 1 Januari 1958)
* Mr. Abdulmadjid Djojoadiningrat (7 Januari 1958 - 1 Januari 1960)
* RM Soebagyono Tjondrokoesoemo (1 Januari 1961 - 26 April 1964)
* Mr. Wuryanto (25 April 1964 - 1 September 1966)
* Letkol. Soeparno (1 September 1966 - 6 Maret 1967)
* Letkol. R.Warsito Soegiarto (6 Maret 1967 - 2 Januari 1973)
* Kolonel Hadijanto (2 Januari 1973 - 15 Januari 1980)
* Kol. H. Imam Soeparto Tjakrajoeda SH (15 Januari 1980 - 19 Januari 1990)
* Kolonel H. Soetrisno Suharto (19 Januari 1990 - 19 Januari 2000)
* H. Sukawi Sutarip SH. (19 Januari 2000 - 2010)
* Drs.H.Soemarmo HS, MSi / Hendrar Prihadi, SE, MM. (2010 - )

Sejarah Comal

SIAPA JHON YANG KELAHIRAN COMAL?

Johan "Joop" Robert Carp (January 30, 1897 in Tjomal, Dutch East Indies – March 25, 1962 in Johannesburg, South Africa) was a Dutch sailor who competed in the 1920 Summer Olympics, in the 1924 Summer Olympics, and in the 1936 Summer Olympics.
In 1920 he was a crew member of the Dutch boat Oranje, which won the gold medal in the 6½ metre class (1919 rating). He won this competition together with his younger brother Bernard Carp and Petrus Wernink.
Four years later he was a crew member of the Dutch boat Willem Six which won the bronze medal in the 6 metre class.
In 1936 he returned to the Olympics as a member of the Dutch boat and finished eighth in the 6 metre class.

KELUARGA ORANG PENTING PABRIK GULA COMAL

Ini foto Samuel Cornelis Van Musschenbroek dan keluarga sekembalinya dari Comal

Kamis, 30 JANUARY 2014

JEMBATAN COMAL DI HANCURKAN TNI, BELANDA REPOT


                                                               TJOMAL








Kamis, 30 JANUARY 2014

TOKOH LEGENDA COMAL

WILLEM OTTO MACHENZIE, atau orang-orang tua menyebut MEKENGSI....tokoh legendaris Comal berdarah Skotlandia, Perancis dan Jawa lahir pada 24 Oktober 1876 dan wafat 25 Oktober 1970. Beliau sangat berperan dalam banyak peristiwa penting Comal pada khususnya dan Pemalang pada umumnya. Misalnya pada pembangunan pabrik Gula... Comal Lama ( Spiritus ) dan Comal Baru, Perkebunan Karet Kalilanang Payung Bodeh, Perkebunan Kelapa Sirawung / Sigeseng, Peristiwa Tiga Daerah dll.

Beliau walaupun menurut Prof Soetomo Siswokartono bergama Budha tapi menurut Bp H Tolchah ( menantu ) minta dimakamkan secara Islam dan sekarang makamnya ada di Pemakaman Keluarga Gebyog. Banyak orang percaya bahwa saat hidupnya beliau memiliki kemampuan lebih, bahkan ada yang menganggap aulia ( orang suci ). Misalnya dapat berkomunikasi dengan hewan, beliau mampu memanggil burung bangau untuk turun ke rumah. Sehingga tak heran bila banyak burung beterbangan di lingkungan rumah beliau.

Aku bukan ilmuwan apalagi profesor, aku hanya wong biasa.... . Tapi ada dorongan besar untuk mengungkap dan mendokumentasikan perjalanan hidup beliau yang satu ini. Tidak tahu kenapa.
Tolong aku dibantu. Aku mengharap partisipasi sampeyan semua.... matur nuwun....

LEGENDA COMAL DAN PERKEBUNAN KELAPA

COMAL HISTORY. Gambar William Otto Mackengzie dan istri ( Nyonya Tarsih ). Beliau memiliki 4 anak angkat, Tjoesirah ( Alm ), Mustofa ( Alm ), Solemah dan Mariatie. Mekcengsi ini pada tahun 1917 membuka hutan Sigeseng / Siremeng ( Pesantren, Kendaldoyong, Klareyan dll ) dijadikan perkebunan Kelapa. Kita tahu bahwa hutan Sigeseng penuh dengan misteri, kapal di laut Jawa sering 'berlabuh' di Sigeseng pada malam hari karena mengira pelabuhan yang ramai, terakhir terjadi tahun 1980-an. Orang-orang percaya bahwa Sigeseng adalah istana sebuah kerajaan, beberapa orang penguasa Pemalang saat ajal menuju ke hutan ini. Mekcengsi pada saat hidup sering melihat kereta kencana lewat depan rumahnya yang terletak di tengah perkebunan itu. Di Sigeseng juga ada makam ( petilasan ) Syech Sitidjenar dan bahkan Baurekso...entahlah.
Perkebunan Kelapa ini sekarang masih ada dan terakhir tanah tersebut menjadi persoalan, baca di
http://www.radartegal.com/index.php/Warga-Kendalrejo-Audensi-ke-Dewan.html
Dulunya hutan Sigeseng terbelah oleh kali Comal yang membujur ke Barat lewat Kendaldoyong ( Kendalrejo ? ) dan Klareyan, dan bermuara di desa Asemdoyong. Jadi Sungai Comal yang lurus ke utara itu sebetulnya hasil kerja paksa para napi di jaman Belanda dikarenakan sering terjadinya banjir.
Mohon barangkali poro sedulur punya koreksi data atau tambahan info yang ada sangkut pautnya dengan ini semua. Kulo ngaturaken matur nuwun sanget, Wassalam
Bramantya Dwi Panca

Cara Injek SSH

Walaupun kata-katanya gak pernah diganti
Tapi estehnya tetap selalu update setiap hari
SSH DROPBEAR Gratis 30JANUARI 2014
Masih anget langsung cemplung gan..

INJEK INDOSAT PAKE TG EVOLUTION


pada kesempatan ini ane mau berbagi cara injek indosat
silakan di simak...

PERTAMA YA INSTAL DULU INJEK TG (INJEK BERKUALITAS KARENA HARUS DI INSTAL)

KEDUA AKAN MUNCUL SEPERTI PADA GAMBAR DIATAS..... 
KETIGA SETTING / ISI (YANG DILINGKARI) SEPERTI GAMBAR DIBAWAH INI....

LISTEN PORT ISI TERSERAH ANTA......(SESUAIKAN DENGAN BITVISE) kalau aka make 8080....

KEMUDIAN MASUK KE TAG (MENU) HEADER DAN SETTING SEPERTI DIBAWAH INI...



YA ITU SAJA SETTINGNGANNYA TINGGAL DI START
itu kan udah konnek sshnya...

SELAMAT MENCOBAKALU MASIH BINGUNG KOMENT AJA

Injek TGevolution

ini ane bagi injek serba-serbi dari tgloverz 
semoga bermanfaat

"NO MONEY NO CRY"

THE AGE TO All About FREE

film Naruto

Naruto Shippuden Subtitle Indonesia Episode 346

Download Naruto Shippuden Subtitle Indonesia Episode 346 secara gratis. Namun perlu di ingat bahwa blog ini hanya sebagai sarana promosi dan review semata buat para penggemar Dan jika anda suka Download Naruto Shippuden Subtitle Indonesia Episode 346 . Silahkan Beli Komik aslinya jika Sudah Rilis Di kotamu untuk menghargai para pengarang
Sinopsis:
Pada episode kali ini akan menceritakan tentang Obito yang kembali ke Madara. Serta asal usul terbentuknya Akatsuki.

Naruto Shippuden Subtitle Indonesia Episode 347

Download Naruto Shippuden Subtitle Indonesia Episode 347 secara gratis. Namun harus di ingat bahwa blog ini hanya sebagai media promosi dan riview semata saja Dan jika anda suka Download Naruto Shippuden Subtitle Indonesia Episode 347 . Silahkan Beli Komik aslinya jika Sudah Rilis Di kotamu untuk menghargai para pengarang
Sinopsis :
Pada episode kali ini akan menceritakan tentang Obito yang kembali ke Madara. Serta asal usul terbentuknya Akatsuki dan disini diperlihatkan bagaimana tujuan akatsuki sebenarnya.
Producers: Studio Pierrot, TV Tokyo, Aniplex, KSS,
Viz Media, Rakuonsha, TV Tokyo Music
Genres: Action, Comedy, Martial Arts, Shounen, Super Power
Translator: Genkaku14
TLC: Agung Wew
Kara Effect: Bakuenjin
Encoder: Slametb111

- Copyright © MCFC - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -

Manchester City