- Back to Home »
- Sejarah batang »
- Sejarah Kabupaten Batang
Posted by : Unknown
Kamis, 06 Februari 2014
Sejarah Kabupaten Batang
Jumat, 07 Februari 2014
Posted by : Bramantya dwi panca
Posted by : Bramantya dwi panca
Kabupaten Batang dapat dibagi dalam 3
periodisasi
sejarah. Berdiri sebagai Kabupaten sejak awal abad 17 dan bertahan
sampai dengan 31 Desember 1935. Per 1 Januari 1936, Batang secara resmi
digabungkan kedalam Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.
Tahun 1946, mulai ada gagasan untuk menuntut kembalinya status Kabupaten Batang.
Tahun 1952,
terbentuk sebuah Panitia yang menampung dan menyalurkan aspirasi
masyarakat Batang. Panitia ini dinamakan Panitia Pengembalian Kabupaten
Batang, yang bertugas menjalankan amanat masyarakat Batang.
Tahun 1953, Panitia
menyampaikan Surat Permohonan terbentuknya kembali status Kabupaten
Batang lengkap satu berkas, yang langsung diterima oleh Presiden
Soekarno pada saat mengadakan peninjauan daerah dan menuju ke Semarang
dengan jawaban akan diperhatikan.
Tahun 1955, Panitia
mengutus delegasi ke pemerintah pusat, yang terdiri atas RM Mandojo
Dewono, R.Abutalkah, dan Sutarto (dari DPRDS).
Tahun 1957, dikirim dua delegasi lagi.
Delegasi I tapi gagal
Tahun 1962, tapi gagal juga untuk pembtukan kabupten batang
Tahun 1964, dikirim empat delegasi.
Tahun 1965, diutus delegasi terakhir yaitu 10.
Delegasi terakhir
atau kesepuluh itu, memperoleh kesempatan untuk menyaksikan sidang
paripurna DPR GR dalam acara persetujuan dewan atas Rancangan Undang
undang tentang Pembentukan Pemerintah Kabupaten Batang menjadi
Undang-undang. Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II
Batang terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1965, yang dimuat
dalam Lembaran Negara Nomor 52,
tanggal 14 Juni 1965 dan Instruksi
Menteri Dalam Negeri RI Nomor 20
Tahun 1965, tanggal
14 Juli 1965. Tanggal 8 April 1966, bertepatan hari Jumat Kliwon, yaitu
hari yang dianggap penuh berkah bagi masyarakat tradisional Batang dan
biasa tindai acara kliwonan setiap malam jum'atnya. Di alun-alun batang,
dengan mengambil tempat di bekas Kanjengan Batang lama (rumah dinas
yang sekaligus kantor para Bupati Batang lama) dilaksanakan peresmian
pembentukan Daerah Tingkat II Batang.
Upacara yang
berlangsung khidmat dari jam 08.00 s/d 11.00 itu, ditandai antara lain
dengan Pernyataan Pembentukan Kabupaten Batang oleh Gubernur Kepala
Daerah Propinsi Jawa Tengah Brigjend (Tit) KKO-AL Mochtar, pelantikan R.
Sadi Poerwopranoto sebagai Pejabat Bupati Kepala Daerah Batang, serah
terima wewenang wilayah dari Bupati KDH Pekalongan kepada Pejabat Bupati
KDH Batang, serta sambutan dari Gubernur Kepala Daerah Jawa Tengah.
Sumber : wikimedia
Asal Usulnya Kota batang
Menurut Legenda dan
dari cerita nenek moyang batang berasal dari kata Ngembat dan Watang
yang aertinya mengangkat Batang kayu.
Kata kakekku dulu
pada waktu jaman kerajaan Mataram , kerajaan ini. mempersiapkan
daerah-daerah pertanian untuk mencukupi persediaan beras dan pangan
untuk prajurit Mataram yang akan mengadakan penyerangan ke Batavia (
jakarta ), Tumenggung Bahurekso mendapat
tugas untuk membuka
alas roban yang angker. untuk dijadikan daerah persawahan, alas roban
yang merupakan hutan yang masih perawan, lebat dan menyeramkan di huni
oleh Jin dan Siluman- siluman.
Dan Tumenggung
Bahurekso sempat mendapat gangguan oleh para penghuni alas roban
tersebut, Para pekerja yang menebang hutan alas Roban banyak yang sakit
dan meninggal karena gangguan jin dan setan penunggu alas roban. namun
dengan kesaktiannya gangguan itu dapat teratasi.
Setelah Alas Roban
di buka tugas selanjutnya dari Bahurekso adalah mengusahakan pengairan
atas lahan yang telah dibuka itu, kemudian beliau membuat bendungan yang
sekarang dinamakan bendungan kedongdowo kramat, ketika bendungan itu
telah selesai dibuat, bendungan selalu jebol dan dirusak oleh anak buah
siluman Uling, hal ini memaksa Tumenggung Bahurekso untuk menyerang para
Siluman Uling yang bermarkas di sebuah Kedung sungai, dan dengan
kesaktiannya para siluman ini dapat dikalahkan secara mudah.
Tetapi walopun para
siluman uling ini telah dikalahkan air yang keluar dari bendungan tidak
selalu lancar, kadang besar dan kadang- kadang kecil bahkan tidak
mengalir sama sekali. Setelah di teliti ternyata ada Batang Kayu
(Watang) besar yang melintang dan menghalangi aliran air. Berpuluh orang
disuruh mengangkat dan memindahkan Watang (Batang Kayu) tersebut namun
tidak berhasil.
Akhirnya tumenggung
Bahurekso sendiri yang turun tangan, dan dengan sekali embat patahlah
Watang (batang kayu) tersebut. Dan dari peristiwa ngembat watang itulah
kemudian terukir nama Batang, yang berasal dari kata ngemBAT waTANG,
orang Batang sendiri sesuai dengan dialeknya menyebutnya MBATANG. Gitu
ceritana dari kakek yang saya tangkap
Sumber : dari kakek , nenek ,blog lain, cerita dan buku
